Choose Language : 

ELECTROENCEPHALOGRAFI (EEG)

Merupakan suatu rekaman aktivitas listrik (elektrik) sel saraf otak.

Indikasi dan kegunaan EEG :
  • Pasien yang mengalami kejang atau yang diduga mengalami kejang.
  • Mengevaluasi efek serebral dari berbagai penyakit sistemik (misalnya keadaan ensefalopati metabolik karena diabetes, gagal ginjal).
  • Melakukan studi untuk mengetahui gangguan tidur ( sleep disorder ) atau narkolepsi.
  • Membantu menegakkan diagnosa koma.
  • Melokalisir perubahan potensial listrik otak yang disebabkan trauma, tumor, gangguan pembuluh darah (vaskular) dan penyakit degeneratif.
  • Membantu mencari berbagai gangguan serebral yang dapat menyebabkan nyeri kepala, gangguan perilaku dan kemunduran intelektual.
Persiapan EEG :
  • Sebelum melakukan prosedur rekaman, rambut pasien harus dicuci, agar elektroda dapat melekat dengan baik dan jangan memakai minyak rambut / gel atau conditioner .
  • Satu hari sebelum rekaman, pasien diberitahu untuk mengurangi tidur, sehingga pada saat rekaman diharapkan pasien dapat tidur.
  • Tidak perlu puasa.
ELEKTRONEUROMIOGRAFI (ENMG)
Bila terdapat keluhan seperti baal-baal, semutan, nyeri yang menjalar atau kelemahan yang dirasakan pada lengan atau tungkai, kemungkinan anda mengalami gangguan pada susunan saraf tepi. Untuk memastikan diagnosa penyakit anda diperlukan pemeriksaan elektroneuromiografi (ENMG).
     
Apa yang dimaksud denagn ENMG ?
Pemeriksaan ENMG adalah pemeriksaan yang berguna untuk menegakkan diagnosis penyakit susunan saraf tepi. Pemeriksaan ini merupakan kombinasi antara pemeriksaan elektroneurografi (ENG) dan elektromiografi (EMG).
 
 
 
 
Indikasi :
 
 
Pemeriksaan ENMG memegang peranan penting untuk diagnosis kelainan neuromuskular atau kelainan susunan saraf tepi, antara lain :
 
 
  • Kelainan motor neuron : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), Spinal Muscular Atrophy (SMA), Poliomielitis.
  • Kelainan ganglion dorsalis (neuron saraf sensoris) : paraneoplastik, autoimun, toksis, infeksi.
  • Radiks saraf spinal : herniasi diskus vertebralis.
  • Pleksus : pleksopati oleh karena radiasi, neoplasma, penjepitan, polioneuropati dan mononeuropati multipleks.
  • Neuromuscular junction : miastenia gravis, sindrom eaton lambert .
  • Kelainan otot : distrofia, kelainan otot akibat gangguan metabolik, endokrin dan proses inflamasi.


Home | Contact US | Webmaster ©2008 Santosa Bandung Hospital