Santosa Hospital Bandung
Friendly & Caring

Cervical Spondylosis - Nyeri Leher

Admin 26 Februari 2026

VERTEBRA CERVICAL

Tulang Cervical dibentuk dari tulang kecil berbentuk bulat, tersusun sebanyak 7 ruas. Di antara tiap tulang terdapat diskus (bantalan) intervertebra yang bertindak sebagai penyangga dan memungkinkan fleksibilitas tulang belakang. Otot-otot dan ligamen terhubung satu dengan yang lain dan melekat pada tulang belakang. Saraf keluar di antara tulang belakang (leher), menuju leher, lengan, bahu, dan dada bagian atas.

Nyeri leher merupakan masalah yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Spondylosis cervical dapat menyebabkan satu atau lebih dari beberapa keluhan. Kesalahan yang sangat umum terjadi adalah hanya melihat penyebab penyakit sebagai faktor tunggal. 

Cervical spondylosis lebih sering terlihat pada wanita dibandingkan pada pria. Cervical spondylosis dapat disebabkan dari berbagai penyakit dan gangguan struktur di leher. Nyeri Leher dapat disebabkan oleh cedera, ketegangan otot atau saraf terjepit di antara tulang belakang. Posisi saat bekerja yang tidak tepat atau postur tidur yang salah, juga bisa menjadi penyebabnya. Mobilitas tulang belakang tergantung pada beberapa sendi kecil, gangguan fungsi sendi kecil dapat menyebabkan sakit leher dan gerakan berkurang.

 

 

GEJALA CERVICAL SPONDYLOSIS

Gejala bervariasi dari ringan sampai parah.

Gejala muncul jika terjadi penyalahgunaan leher anda, keseleo pada otot leher atau ligamen, yaitu:

  1. Nyeri leher yang menyebar ke dasar kepala dan bahu. Pergerakan leher dapat memperburuk nyeri. Kadang-kadang nyeri menyebar ke lengan dan jari tangan.
  2. Leher kaku dan otot leher tegang.
  3. Nyeri kepala sering kali dari daerah belakang kepala atau di atas leher sampai ke puncak kepala.
  4. Baal, kesemutan atau kelemahan pada lengan..

Gambaran Herniasi Diskus Cervical

 

Distribusi Nyeri pada Gangguan Leher

 

PENYEBAB

Penyebab cervical spondylosis:

  1. Spasme otot para vertebral daerah leher. Periosteum (Lapisan luar tulang), ligaments, facet joints dan otot para vertebral merupakan daerah peka nyeri. Bila ada gangguan pada daerah ini dapat menyebabkan nyeri.
  2. Proses degeneratif. Adanya spur (tonjolan tulang) di vertebra servikal.
  3. Herniasi diskus yang dapat menyebabkan iritasi pada saraf.

Gambaran Spinal Stenosis Cervical

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. ​Foto leher (X ray)
  2. MRI (Magnetic resonance imaging) leher
  3. ENMG (pemeriksaan hantar saraf tepi)

 

TERAPI DAN PENATALAKSANAAN

​Nyeri leher dapat terjadi berulang dan dalam waktu lama. Bila nyeri ringan, rekomendasi yang diberikan adalah:

  1. ​Istirahat : ​Pada fase akut, pergerakan leher harus dibatasi. Dapat memakai penyangga leher (neck collar).
  2. Medikasi : ​Pemberian Anti Inflamasi Non Streroid (AINS) atau anti nyeri golongan ketoprofen dan ketorolak. Dapat juga diberi pelemas otot.
  3. Terapi fisik : ​Terapi panas, dingin, dan fisioterapi lain dapat mengurangi nyeri.
  4. Operasi : ​Merupakan terapi pilihan bila ada jepitan saraf yang menyebabkan nyeri hebat, kelemahan otot.

 

Bagikan: