Stroke Infark
Admin
20 Februari 2026
APA YANG DIMAKSUD DENGAN STROKE?
- Gangguan fungsi serebral fokal atau global yang terjadi mendadak, berlangsung lebih dari 24 jam atau meninggal, akibat gangguan peredaran darah otak berupa sumbatan atau perdarahan yang disebabkan faktor risiko.
- Stroke merupakan penyakit ke-3 terbanyak di dunia dan juga Indonesia, dan penyebab kecacatan terbanyak.
- Stroke merupakan keadaan emergensi (BRAIN ATTACK).
- Pada TIA (Transient Ischemic Stroke) gejala stroke akan hilang dalam waktu 1 jam.
APA SAJA GEJALA STROKE?
Terdapat defisit neurologi mendadak:
- Bicara mendadak rero.
- Mulut jadi mencong ke satu sisi, kelumpuhan pada satu sisi.
- Kesemutan terutama satu sisi.
- Penglihatan jadi ganda.
- Gangguan keseimbangan.
- Penurunan kesadaran.
- Nyeri kepala hebat (infark luas, perdarahan).

JENIS STROKE APA SAJA?
Infark (sumbatan) dan hemorrhage (perdarahan). Pada Stroke Infark terjadi sumbatan di pembuluh darah otak menyebabkan kematian jaringan otak. Merupakan jenis stroke terbanyak (85%), terdiri dari:
- Aterotrombotik (60%)
- Emboli (25%), yang berasal dari: • Jantung • Artery to artery (dari arteri karotis)
APA YANG DIMAKSUD THERAPEUTIC WINDOW (GOLDEN PERIOD)?
- Suatu periode waktu yang mengikuti serangan stroke.
- Pengobatan dengan rtPA intra vena (recombinant tissue Plasminogen Activator) untuk perbaikan perfusi jaringan otak akan ada manfaatnya apabila diberikan dalam waktu 3-6 jam.


APA YANG DILAKUKAN PADA PASIEN STROKE AKUT?
- Anamnesa dan pemeriksaan neurologi
- Pemeriksaan laboratorium: profil lemak, gula darah, asam urat, fungsi ginjal
- Pemeriksaan EKG, foto thoraks
- Pemeriksaan CT Scan atau MRI Kepala
- Pemeriksaan TCD (Trans Cranial Doppler) untuk menilai kecepatan aliran darah di pembuluh darah otak
- Stroke fase akut, onset < 8 jam dapat diberikan tindakan trombolitik intra arteri / trombektomi
APA FAKTOR RISIKO STROKE?
- Hipertensi
- Diabetes Mellitus
- Penyakit jantung: gangguan irama, gangguan katup dinding jantung
- Dislipidemia: hiperkolesterol, hipertrigliseridemia
- Usia
- Rokok
- Riwayat stroke atau TIA sebelumnya
- Stenosis intracranial (penyempitan pembuluh darah)
- Kegemukan (Obesitas)
- Lifestyle: jarang olah raga dan pola makan yang salah
DAPATKAH STROKE DICEGAH?
Lakukan deteksi dini dan terapi bila ada faktor risiko: tekanan darah tinggi, DM, kolestrol yang tinggi atau adanya gangguan irama jantung. Melakukan pola hidup yang sehat (olahraga, pola makan yang sehat) juga dapat mencegah kejadian stroke.
Bagikan:
