Santosa Hospital Bandung
Friendly & Caring

Radiologi Intervensi

Admin 06 Mei 2026

Radiologi Intervensi adalah sub-spesialisasi radiologi yang memanfaatkan prosedur minimal invasif untuk melakukan diagnosis atau sekaligus terapi pada saat yang sama apabila ditemukan kelainan pada hampir semua organ tubuh dengan menggunakan panduan pencitraan radiologi seperti Ultrasonografi (USG), Digital Substraction Angiography (DSA), Fluoroskopi, Computed Tomography Scan (CT Scan), serta Magnetic Resonance Imaging (MRI). Prosedur Radiologi Intervensi terdiri dari Endovaskular dan Non Vaskular.

 

TINDAKAN RADIOLOGI INTERVENSI

Vaskular

Digital Substraction Angiography (DSA)

  • Penanganan Stroke (Endovascular Treatment)
  • Thrombolysis
  • Pemasangan Alat Khusus
  • Pemasangan Balon (Angioplasty)
  • Pemasangan stent dan coil
  • Pemasangan Filter Pembuluh Darah
  • Pemasangan Kateter Intervena untuk keperluan kemoterapi, hemodialisis, nutrisi parenteral, pemberian obat-obatan seperti Chemoport dan Double Lumen Catheter
  • Central Venousplasty dan Fistuloplasty
  • Embolisasi dan Pemberian Obat
  • Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Embolization (TACE)
  • Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Infusion (TACI)
  • Pemberian cloyt-lysing agent
  • Penanganan untuk pendarahan di lokasi yang sulit dicapai seperti di saluran cerna.
  • Uterine Fibroid Embolization
  • Prostat Embolization

Non Vaskular

  • Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC)
  • Core Biopsy
  • Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage (PTBD)
  • Percutaneous Abscess Drainage
  • Pleural Effusion and Ascites Drainage
  • Manajemen Nyeri
  • Skleroterapi

 

ANGIOGRAPHY

Teknik pencitraan pembuluh darah yang dilakukan oleh seorang Dokter Subspesialis Radiologi Intervensional untuk menilai lumen/bagian dalam pembuluh darah. Pemeriksaan ini paling akurat dan relatif aman untuk mendiagnosis kelainan pembuluh darah seperti adanya penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, adanya aneurisma/malformasi vaskular dan banyak kelainan pembuluh darah lainnya. Digital Substraction Angiography (DSA) otak merupakan teknik angiography yang dilakukan pada pembuluh darah otak.

 

BRAINFLUSHING

Tindakan "Intra-arterial Brainflushing" merupakan suatu prosedur Digital Substraction Angiography (DSA) modifikasi yang dikembangkan oleh Dr. dr. Terawan A.P., Sp.Rad(K)RI di RSPAD Gatot Soebroto. Prosedur ini merupakan teknik angiography yang dilakukan pada pembuluh darah otak dengan penggunaan Heparin dan Antiplatelet jika terdapat indikasi penggunaannya. Setelah diketahui adanya sumbatan dengan injeksi kontras, penginjeksian Heparin dan Antiplatelet diharapkan mampu mencegah ataupun melarutkan bekuan darah yang terjadi misalnya pada kasus stroke akut non perdarahan sehingga bagian otak yang tidak mendapat aliran darah dapat kembali mendapat aliran darah yang cukup.

Heparin biasanya diberikan berupa flushing pada awal prosedur diagnostik dan dapat dilanjutkan dengan continous infusion (heparinized saline) pada prosedur intervensi terapeutik. Sedangkan penggunaannya bersama Antiplatelet injeksi secara bersamaan tidak dilakukan secara rutin dan diberikan oleh operator dalam kondisi yang khusus, biasanya pada kasus emergensi, misalnya terjadi komplikasi trombosis berulang saat tindakan dilakukan.

Referensi: Putranto, T.A., Yusuf, I., Murtala, B. & Wijaya, A. Intra Arterial Heparin Flushing increases Cerebral Blood Flow in Chronic Ischemic Stroke Patient. Indones Biomed J. 2016;8(2):119-26

 

APA YANG TERJADI SELAMA DILAKUKAN DSA/ANGIOGRAPHY OTAK

Sebelum prosedur ini dilakukan, anda perlu membuka seluruh baju dan perhiasan yang melekat di tubuh dan menggunakan baju khusus steril. Anestesi lokal akan diberikan pada daerah dimana sayatan akan dilakukan (tungkai/lengan). Kateter biasanya akan diposisikan di dalam cabang arteri karotis dan kemudian kontras akan diinjeksikan.

Selama penginjeksian kontras biasanya anda akan merasakan sensasi hangat. Sebuah mesin x-ray akan digunakan untuk mengambil gambar dari pembuluh darah otak. Dokter akan selalu bersama anda selama prosedur berlangsung. Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung yang memakan waktu selama kurang lebih 1 jam hingga selesai.

Sebelum dilakukan DSA-“Brainflushing” harus dilakukan BRAIN CHECK UP yang bertujuan mengetahui status kesehatan otak anda, untuk antisipasi dan rencana pengobatan serta tindak lanjut pemeriksaan.

 

BRAIN CHECK UP

Pemeriksaan Brain Check Up yang dilakukan untuk antara lain MRI Perfusion, MRA (Magnetic Resonance Angiography) dan MRV (Magnetic Resonance Venography). Melalui Brain Check Up salah satunya dapat diketahui adanya Cerebral Venous Thrombosis.

CEREBRAL VENOUS THROMBOSIS

Sumbatan pembuluh darah aliran balik otak. Seringkali diremehkan.

  • Angka kejadian 76, 3% (RSPAD, 2015)

  • Gejala bervariasi: 

 

 

ANGIO PLASTY

Prosedur ini dilakukan untuk melebarkan secara mekanik pada arteri yang menyempit. Prosedur menggunakan balloon maupun stent.

 

 

CHEMOPORT

Chemoport atau port kemoterapi adalah perangkat akses vaskular yang ditanam di bawah kulit untuk memasukkan obat kemoterapi pada pasien kemoterapi. Manfaat pemasangan chemoport adalah menghindari rusaknya pembuluh darah vena akibat kemoterapi.

 

INSERSI TUNNELED CATHETER

Prosedur pemasangan alat untuk memasukkan obat melalui pembuluh darah vena. Prosedur ini biasa dilakukan pada pasien yang membutuhkan terapi infus seperti kemoterapi, nutrisi parenteral total serta pada pasien hemodialisa.

 

 

RADIOLOGI INTERVENSI

Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Infusion (TACI)

Trans Catheterization Arterial Chemotherapy Embolization (TACE)

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan obat kemoterapi langsung ke tumor untuk mematikan sel tumor atau dan sekaligus memasukkan zat embolan kedalam pembuluh darah yang menutrisi tumor untuk memblok pembuluh darah tersebut agar sel tumor tidak mendapatkan nutrisi dan kemudian mati. Keuntungan prosedur ini adalah dapat meminimalkan efek samping akibat kemoterapi seperti rambut rontok dan rasa mual.

 

SKLEROTERAPI

Tindakan untuk menangani kelainan pelebaran pembuluh darah misalnya pada varises dengan memasukkan obat ke dalam pembuluh darah yang melebar tersebut sehingga diharapkan dapat mengecil kembali.

 

FINE-NEEDLE ASPIRATION CYTOLOGY (FNAC)

Tindakan pengambilan contoh jaringan dengan menggunakan jarum yang sangat kecil dengan panduan pencitraan radiologi yang berguna mengambil cairan dari dalam tubuh, untuk mendiagnosa kelainan seperti kanker atau infeksi.

 

PERCUTANEOUS TRANSHEPATIC BILIARY DRAINAGE (PTBD)

PTBD Adalah prosedur untuk mengeluarkan cairan pada pasien yang mengalami sumbatan didaerah duktus biliaris hati. Prosedur ini berdurasi 1 hingga 2 jam dengan menggunakan panduan pencitraan fluoroskopi/USG.

 

PERCUTANEOUS ABSCESS DRAINAGE (PAD)

PAD adalah tindakan pengambilan cairan nanah dalam rongga tubuh (abses) dengan panduan pencitraan radiologi untuk tujuan pengobatan dan pengambilan contoh jaringan untuk mengetahui penyebab terjadinya abses.

 

 

PLEURAL EFFUSION AND ASCITES DRAINAGE

Tindakan pengambilan cairan efusi pleura (penumpukan cairan di selaput paru) dan ascites (penumpukan cairan di rongga perut) dengan panduan pencitraan radiologi untuk mengurangi keluhan dan pengambilan contoh jaringan untuk identifikasi penyebab penyakit terutama kasus infeksi kanker.

 

 

MANAJEMEN NYERI

Menggunakan panduan pencitraan radiologi untuk memandu Dokter Radiologi Intervensi dalam menentukan lokasi yang akurat penanganan nyeri kronik.

  

Bagikan: